Fesyen DIY Kian Bersinar, Siap Jadi Pilar Kuat Ekonomi Kreatif Masa Depan
- Administrator
- Kamis, 18 Juni 2026 06:23
- 18 Lihat
- Sorotan
Industri fesyen di Yogyakarta terus menunjukkan geliat yang menjanjikan sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar di masa depan. Pemerintah Daerah DIY melihat fesyen bukan lagi sekadar bagian dari gaya hidup, melainkan sektor strategis yang berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Data terbaru menunjukkan sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY, yakni mencapai 11,8 persen. Dari angka itu, subsektor fesyen dan kriya menjadi penyumbang terbesar kedua setelah kuliner. Capaian ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Yogyakarta punya nilai ekonomi yang terus berkembang.
Saat ini tercatat ada sekitar 15 ribu pelaku usaha fesyen di DIY, dan hampir seluruhnya berasal dari sektor UMKM. Dominasi pelaku usaha kecil ini menunjukkan bahwa industri fesyen di Yogyakarta tumbuh dari akar komunitas dan kreativitas lokal, dengan kekuatan utama pada desain, identitas budaya, dan keunikan produk.
Meski potensinya besar, tantangan utama yang dihadapi pelaku fesyen bukan terletak pada ide atau inovasi. Persoalan terbesar justru ada pada akses pasar, jaringan distribusi, dan permodalan. Banyak produk berkualitas yang belum mampu menjangkau pasar lebih luas karena keterbatasan tersebut.
Untuk menjawab tantangan itu, Dinas Pariwisata DIY terus memperkuat ekosistem industri kreatif lewat berbagai program pendampingan. Mulai dari pelatihan pengembangan produk, mentoring bisnis, hingga coaching clinic yang melibatkan pemerintah pusat dan pelaku industri. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif.
Selain penguatan kapasitas, pemerintah juga membuka akses promosi melalui pameran, expo, business matching, hingga digital marketing. Transformasi digital dinilai menjadi kunci agar pelaku usaha fesyen bisa memperluas jangkauan pasar, membangun branding yang kuat, dan memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan bisnis yang lebih efektif.
Ke depan, target pemerintah bukan hanya menambah jumlah pelaku usaha, tetapi mendorong mereka untuk naik kelas menjadi brand yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara komunitas, asosiasi, dan pemerintah, Yogyakarta diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat fesyen kreatif berbasis budaya terbesar di Indonesia.
Foto: Unsplash